Kamis, 26 Mei 2016 | By: Ahmad Yasir Aras

Paduan Suara, Vocal Grup, Acapella dan Unisono

Paduan Suara, Vocal Grup, Acapella dan Unisono adalah istilah yang sering kita dapatkan dalam dunia Pendidikan Seni perspektif Seni Musik. tentunya ketika berbicar Paduan Suara, Vocal Grup, Acapella dan Unisono ada teknik - teknik dan struktur yang digunakan sehingga menjadi pembeda.
1. Paduan Suara atau kor merupakan istilah yang mengarah kepada kelompok ansamble musik yang terdiri atas penyanyi-penyanyi maupun musik yang dibawakan oleh ensembel tersebut. Umumnya suatu kelompok paduan suara membawakan musik paduan suara yang terdiri atas beberapa bagian suara seperti Sopran, Alto, Tenor dan Bass yang kemudian dipimpin oleh dirigen atau choirmaster yang menjadi pengarah pada saat pertunjukan. Paduan Suara sendiri bisa tidak menggunakan pengiring dan apa bila menggunakan pengiring dapat menggunakan iringan alat musik apa saja tapi umumnya menggunakan piano.
Pembagian Suara:
*Suara Wanita terdiri jenis suara Sopran dan alto kedua jenis suara ini umum digunakan pada pembagian suara, hanya saja ada bentuk lain jika composer membutuhkan mengingingkan lebih banyak kombinasi suara dengan menggunakan jenis suara mezzo sopran.
*Suara Wanita terdiri jenis suara Tenor dan Bass kedua jenis suara ini umum digunakan pada pembagian suara, hanya saja ada bentuk lain jika composer membutuhkan mengingingkan lebih banyak kombinasi suara dengan menggunakan jenis suara bariton.
2. Vocal Grup adalah sebuah kelompok penyanyi yang bernyanyi bersama - sama dengan selarasBeberapa kelompok melakukan memainkan beberapa instrumen mereka sendiri dan kelompok lain menggunakan sistem backing suara pada beberapa kelompok yang konsisten terhadap lagu.
3. Acapella adalah kelompok penyanyi yang tidak menggunakan pengiring alat musik apapun yang kemudian kelompok iringannya dihasilkan dari suara kelompok itu sendiri, sistem backing suara banyak digunakan pada sistem dan struktur pertunjukannya. lebih terknisnya beberapa orang mengeluarkan suara bentuk perkusi, beberapa orang menjadi pengiring menggantikan instrument dan beberapa orangnya lagi menyanyikan lagu.
4. Unisono berarti suara dan dapat diartikan satu suara, lengkapnya unisono adalah teknik memainkan nada pada satu suara. jadi walaupum kelompok yang menyanyikan nada pada satu suara tetap dikatakan Unisono.

Minggu, 24 April 2016 | By: Ahmad Yasir Aras

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN FESTIVAL SAMINDARA I KABUPATEN BULUKUMBA



 
KETENTUAN UMUM
A.    Pop Song Festival (Bugis Makassar)
1.      Pendaftaran peserta dibuka untuk umum.
2.      Bagi Sekolah yang mendaftar tidak dibatasi jumlah peserta.
3.      Peserta diwajibkan memilih lagu Bugis Makassar dan panitia tidak menentukan  judul.
4.      Setiap peserta akan mengikuti Audisi pada tanggal 30 April 2016 pukul 10.00 wita sampai selesai dengan menggunakan pakaian sopan dan rapih. (Pada tahap Audisi Dewan Juri akan memilih 15 peserta untuk mengikuti tahap selanjutnya)
5.      Pada tahap audisi, Peserta menyanyikan Lagu tidak menggunakan Iringan Musik.
6.     Finalis 15 peserta wajib menggunakan pakaian Adat Sulawesi Selatan dan Menyiapkan pengiring sendiri (Bisa menggunakan audio karaoke) pada saat lomba.
7.      Peserta hadir 10 menit sebelum acara.

Kriteria Penilaian
1.       Materi Suara
2.       Teknik Vocal
3.       Gaya / Stile dalam penampilan
4.       Intonasi vocal
5.       Interpretasi Mimik dan Ekspresi

B.       Pemilihan Daeng & Kallona 2016
1.    Peserta wajib menggunakan Busana Adat pada saat lomba.
2.    Peserta Mengenal Pariwisata Sulawesi Selatan khususnya Pesona Wisata Kabupaten Bulukumba.
3.    Peserta mampu berbahasa dan paham Bahasa Asing (Bahasa Inggris dan lainnya)
4.    Tinggi Badan Peserta Wanita 160 cm dan Pria 165 cm
5.    Peserta diperbolehkan uji coba Musik Iringan dan Panggung lomba (menghubungi Panitia)

Kriteria Penilaian
1.       Materi Kostum
2.       Wawasan Kepariwisataan
5.       Interpretasi Mimik dan Ekspresi

C.      Lomba Sepak Takraw Tradisional
1.      Peraturan yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan PSTI (Persatuan Sepak Takraw Indonesia)
2.      Jumlah score 15, tertinggi 17 game dengan sistem rally point dengan 2 kali kemenangan. bila terjadi tabrik tambah 1 set ketiga dengan nilai score yang sama, tepat score diangka 11 pemain mundur otomatis (time out)
3.      Masing-masing regu terdiri dari 5 atlet dengan 3 inti dan 2 cadangan
4.      Pergantian pemain boleh dilakukan 2 kali pergantian. pergantian boleh dilakukan dalam setiap set. pemain yang sudah diganti tidak dapat masuk kembali
5.      Setiap atlet harus memakai kostum Adat yang disiapkan oleh Peserta (Jas Tutup, Passapu/ikat kepala dan Sarung)
6.      Pendaftaran Peserta Lomba Takrau Tradisional dibuka untuk Umum.
D.      Lomba Sepak Raga Tradisional
1.        Peserta Sepak Raga Tradisional maksimal 5 orang dalam 1 Tim
2.        Setiap Tim harus memakai kostum Adat yang disiapkan oleh Peserta (Jas Tutup, Passapu/ikat kepala dan Sarung)
3.        Peserta melaksanakan Sepak Raga minimal 3 menit.
 Kriteria Penilaian
1.    Kombinasi Sepak Raga dalam 1 Tim
2.    Kreativitas Formasi Sepak Raga

E.       Lomba Mewarnai Menggambar (TK/Sederajat)
1.      Peserta harus datang 15 menit sebelum lomba dimulai
2.      Peseta wajib daftar ulang pada hari pelaksanaan lomba.
      3.      Tema gambar A4 (gambar disediakan panitia)
4.      Peserta membawa meja gambar sendiri
5.    Waktu pengerjaan 1 jam
      6.    Media crayon dan pensil warna
      7.      Peserta tidak boleh meninggalkan tempat lomba saat perlombaan berlangsung
      8.      Peserta tidak diperbolehkan dibantu orang lain saat pelaksanaan lomba berlangsung

Kriteria Penilaian :
1.      Kreatifitas
2.      Keindahan
3.      Kerapian

F.       Lomba Menggambar (SD/Sederajat)
1.      Peserta harus datang 15 menit sebelum lomba dimulai
2.      Peseta wajib daftar ulang pada hari pelaksanaan lomba.
      3.      Ukuran gambar A4 (gambar disediakan panitia)
4.      Peserta membawa meja gambar sendiri
5.    Waktu pengerjaan 1 jam
      6.    Media crayon dan pensil warna
      7.      Peserta tidak boleh meninggalkan tempat lomba saat perlombaan berlangsung
      8.      Peserta tidak diperbolehkan dibantu orang lain saat pelaksanaan lomba berlangsung

Kriteria Penilaian :
1.      Kreatifitas
2.      Keindahan
3.      Kerapian

G.      Lomba Melukis (Umum)
1.      Peserta harus datang 15 menit sebelum lomba dimulai
2.      Peseta wajib daftar ulang pada hari pelaksanaan lomba.
3.      Ukuran gambar A4 (gambar disediakan panitia)
4.      Peserta membawa meja gambar sendiri
5.    Waktu pengerjaan 2 jam
6.    Media crayon, cat air dan pensil warna 
7.      Peserta tidak boleh meninggalkan tempat lomba saat perlombaan berlangsung
8.      Peserta tidak diperbolehkan dibantu orang lain saat pelaksanaan lomba berlangsung

Kriteria Penilaian :
 Kreatifitas
 Keindahan
     Kerapian

H.      Karnaval Budaya SAMINDARA
1.         Peserta Wajib mengikuti kirab / Karnaval padasaat pembukaan Festival SAMINDARA.
2.         Jumlah Peserta Minimal 5 pasangan
3.         Kostum yang dipakai adalah Kebaya Muslim dan Busana Adat Daerah.

Kriteria Penilaian : 
Kreatifitas Kostum
Keindahan Kostum
 Kerapian Peserta Karnaval.

Lomba Ketangkasan (Umum)
1.      Panjat Pinang Berhadiah
2.      Lomba Lari Tempurung Kelapa
3.      Lomba Laro Mallongga
4.      Permainan lompat bambu

-          Meeting Peserta Lomba : 29 April 2016 pukul 15.00 Wita –sampai selesai ( Tribun Lapangan Sepak Bola Ujungloe)
CP (Informasi) : AHMAD YASIR ARAS (085242472222 / 082396666669)
                            YETY KUSMAYANTI (085315070706)
                            HARIYANTO A.ILYAS (082293488081)
Minggu, 17 April 2016 | By: Ahmad Yasir Aras

Festival Samindara



FESTIVAL SAMINDARA I tgl 2-6 Mei 2016
-Pameran ekspose data potensi Pariwisata Daerah, jasa Produk Perbankkan, Otomotif, Eletronik, Tekstil, Kerajinan, Property, Agro, Furniture dll.
-Pesta Rakyat perdagangan Usaha kecil (UKM), Makanan dan Minuman khas Daerah lainnya.
-Pop Song Festival (Bugis Makassar)
-Pemilihan Daeng dan Kallolona 2016
-Lomba Sepak Raga/Takrow Tradisional
-Lomba Mewarnai Gambar (TK,SD)
-Melukis dan Melukis Kertas (Umum)
-Karnaval Budaya Samindara
-Panjat Pinang
-Lomba Lari Tempurung Kelapa
-Lomba Lari Mallongga
-Permainan Lompat Bambu

Hiburan :
-Pagelaran SENDRATARI SAMINDARA dan MAPPIARA WANUA
-Penampilan Artis Lokal dan Bintang Tamu

Bekerja Sama: PEMKAB. BULUKUMBA, DINAS KEBUDAYAAN & PARIWISATA KAB. BULUKUMBA

Penyelenggara : GAJAH MADAH PRODUCTION

Pelaksana: SANGGAR SENI BUDAYA SAORAJAE

CP: AHMAD YASIR ARAS (085242472222/082396666669)
YETY KUSMAYANTI (085315070706)
HARIYANTO A.ILYAS (082293488081)
Sabtu, 20 Juni 2015 | By: Ahmad Yasir Aras

Dekaplah Bulukumba Dalam Detak-Detik Rindumu

Di lereng gunung Lompobattang
di ceruk lembah Bawakaraeng
dari Gantarang kindang sampai sapanang kajang
hamparan luas membentang ladang yang subur
tanah yang gembur Bulukumba bumi yang makmur

Di Timur kemilau matahari
pancaran sukma Panrita Lopi
seuntai doa nahkoda sawi
menghalau badai
merengkuh pelangi:
di sana
di ujung batu cadas
di puncak bukit Pua' Janggo
I Basse Patimang memandang gelombang
Melantungkan lagu kerinduan anak-anak laut
menanti suami berlabuh dalam pelukan

Di Barat, Utara dan Selatan
alam permai sejuk menawan
sawah menguning kebun merimbun;
di sana
di lekuk bencah pematang
di sejuk lereng Bangkeneg Buki'
La Konde Ambo'na Simpolong memainkan kecapi
menghalau pipit dari padi
menanti istri dengan secangkir kopi

Di sini
di kelopak nurani
sepanjang titian memebentang
untuk kita tengadah

Bulukumba
bumi Dewata
warisan para leluhur;
     dekaplah selalu
           dalam detak-detik
                rindu-rindumu!

                                                                                                 Mahrus Andis
Rabu, 03 Juni 2015 | By: Ahmad Yasir Aras

Cipta Kreasi Lagu Pramuka

Musik merupakan salah satu dari banyak Seni, kali ini para penikmat musik patut memberikan Apresiasi atas kreativitas yang ditunjjukkan adik-adik kita dari Sma Negeri 9 Bulukumba yang telah menciptakan 1 karya yang bertemakan Pramuka. Ahmad Yasir Aras, S.Pd pembina Sanggar Sekolah yang telah membantu penggarapan dan arangsement lagu yang diciptakan Faisal Hakim yang merupakan siswa Sma Negeri 9 Bulukumba. adapun nama-nama siswa yang menjadi porsenil dari Video yang kami tampilkan :
  • Faisal Hakim ( Vocal/Keyboard)
  • Ekha ( Vocal )
  • Riskika Hidayanti ( Pianika )
  • Farida As ( Pianika )
  • Cahra ( Perkusi )
  • A. Rikki ( Bass )
  • Zul ( Gitar )
Click Here To View Video

Rabu, 22 April 2015 | By: Ahmad Yasir Aras

Sanggar Seni Budaya Saorajae

Salah satu pelestari Budaya, penjaga benteng Tradisi, wadah para generasi muda untuk berkesenian dan tempat menuangkat bakat. Sanggar Seni Budaya Saorajae Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba telah memulai menampakan Eksistensi berkesenian pada tahun 2014, seiring berjalannya waktu Sanggar Seni Budaya Saorajae melanjutkan Eksistensi dengan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat berkesenian dan tepatnya pada tahun 2015 melaksanakan Performing Art untuk calon Anggota baru sebagai salah satu pilar perekrutan Anggota. Click Here To View Video
Kamis, 02 April 2015 | By: Ahmad Yasir Aras

SOMBAYYA DI SOMBA PALIOI



Masuk di wilayah Desa Benteng Palioi Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba. Kita akan melihat pemandangan indah dan udara yang sejuk dan di Desa Benteng Palioi kita dapat melihat pohon beringin raksasa yang tingginya lebih dari 45 meter tersimpan sejarah hingga Desa tersebut dinamakan Desa Benteng Palioi. Menurut cerita pohon beringin inilah yang di jadikan Benteng pertahanan Sombayya bersama para prajuritnya. Ia memiliki seorang panglima perang yaitu I Nyonri Daeng Massese. Sebelum berperang, di bawah pohon beringing itulah mereka menyusun strategi. Sampai sekarang dipercayai bahwa penjaga pohon beringin itu adalah seorang gadis cantik.
       Somba Palioi dulunya adalah Dusun dari Desa Benteng Palioi Kecamatan Kindang yang kini telah di mekarkan pada tahun 2012. Somba di maknai oleh warga Palioi sebagai ‘’To Risompa’’ atau Sombayya yang berarti seorang Raja perempuan. Sementara Palioi adalah tempat pertemuan atau biasa di sebut ‘’Toddao Pulinna Gowa, Toddo tallasa’na Bone’’ .Menurut cerita orang setempat, Sombayya berasal dari Kerajaan Gowa yang melarikan diri dan menginjakkan kakinya di tanah Palioi pada Tahun 1929 beserta rombongannya yang dipandu oleh Boto(juru jalan dan pemikir). Menurut Bapak Mamung salah seorang tokoh masyarakat, penyebab Sombayya sang Raja  melarikan diri dari kerajaan Gowa adalah karena adanya lamaran perjodohan yang di tujukan kepada Sombayya, akan tetapi Sombayya tidak menginginkan perjodohan tersebut sampai pada akhirnya ia melarikan diri dari kerajaan Gowa. Akibat dari kaburnya Sombayya dari Kerajaan Gowa, menyebabkan warga Gowa memberikan semacam kutukan bahwa tidak akan ikut atau menginjakkan kakinya  di tanah di mana Sombayya akan tiba dan bermukim. Sehingga sampai sekarang warga Gowa selalu mengurungkan niatnya jika hendak mendatangi Desa Somba Palioi dan ia juga berjanji akan menginjakkan kakinya ke tempat Sombayya berpijak apabila Mereka telah Memotong seekor kerbau dengan menggunakan Tanduk Gelang.
       Konon perjalan Sombayya dari Gowa beserta rombongannya memakan waktu hingga berbulan lamanya dan sempat mampir di beberapa tempat di Kabupaten Jenneponto dan Bantaeng. Mereka akhirnya tiba di lembah Desa Palioi dan bermukim sampai meninggal Dunia. Tidak ada yang tahu persis berapa lama Sombayya bermukim hingga wafat di Palioi, yang ada kini kuburannya sangat begitu dihormati. Kini kuburan Raja Sombayya berada di sekitar 2 kilo meter dari Desa Benteng Palioi dan Somba Palioi kerap kali dikunjungi oleh orang-orang mayoritas Bulukumba. Mereka berkunjung ketika ada niatan atau hajatan.  Pak Mamung adalah generasi kedua penjaga makam Sang Raja. Dalam ritual siarah kubur kemakam sang Raja mesti menyiapkan  beberapa hal, termasuk kerbuau dan sapi yang dipotong di lokasi makam sang Raja. Aroma mistis tidak hanya terasa di sekitar makam Raja Sombayya, Bapak Mustarin kepala Dusun Kalukua, Desa Benteng Palioi. Menuturkan cerita mistis disana. Konon suatu waktu ketika sebuah jembatan di Somba Palioi diperbaiki, seorang pekerja jembatan yang kebetulan orang Gowa tiba-tiba sakit dan meninggal. Entah kebetulan atau tidak, adapula cerita mistis tentang seorang Mahasiswa  yang datang untuk Kuliah Kerja Nyata  juga tiba-tiba meninggal. Dan ada pula cerita dari Bapak Mamung bahwa konon ada seorang Andi’ yang datang untuk bersiarah kemakam Sombayya, namun ia tidak bisa sampai dan akhitnya meninggal di sebuah sungai yang ada di Somba Palioi. Cerita tentang kutukan orang Gowa yang tidak boleh melintasi Somba Palioi masih berkembang hingga saat ini. Tentu kebenarannya tidak bisa diyakini seratus persen, tetapi cerita kutukan ini menginspirasi kepada kita semua untuk memahami bahwa ada relasi historis antara dimensi kebudayaan yang satu dengan yang lainnya.
       Sebelum meninggal, Sombayya berpesan agar kelak ia meninggal maka arah kakinya mengarah ke Gowa(menjulur). Kuburan tersebut dikenal sebagai tonrang Gowa.
       Berdasarkan hasil penelitian di Desa Somba Palioi dan Benteng Palio tidak ada gelar Andi’ atau karaeng,  karena apabila ada keturunan darah Bangsawan yang masuk ke wilayah benteng Palioi maka gelar Andi’nya akan hilang. Dan itu juga merupakan salah satu kutukan dari masyarakat Gowa.