"Simbol penyatuan diri terhadap alam.
Melalui Kekuatan Alam Pula,
Kita Menjaga Benteng Tradisi Warisan Leluhur,
dan di tangan Kita
Tergenggam NILAI-NILAI PELESTARIAN"
@yasir_art
Masyarakat Bugis terkadang ditekankan yang namanya perjodohan dalam lingkungan keluarga agar semakin erat hubungan kekeluargaannya. Siala Massapposiseng, yaitu perkawinan antar sepupu satu kali. Siala Massappokadua, yaitu perkawinan antar sepupu dua kali. Siala Massappokatellu, yaitu perkawinan antar sepupu tiga kali, disebut juga Ippassiloringeng maksudnya mendekatkan kembali keluarga yang jauh.
Masyarakat tradisional ammatoa ini, berada di Desa Tana Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten
Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Perkampungan yang masih sangat natural yang jika ditinjau dari segi
geografis (hutan, persawahan, dan perkebunan) maupun dari segi lingkungan
sosialnya.
Berdasarkan lapisan masyarakatnya, Tana Toa terbagi
atas dua kelompok masyarakat yaitu Tau
Kuasanya dan Kelompok Kamase-masea. Kelompok
masyarakat Tau Kuasanya lebih
bersifat moderat dan fleksibel terhadap sistem nilai pasang (nasehat ataupun
petuah) dari Tuhan.